Disable Preloader

Dusun Tinambu merupakan salah satu daerah cukup pelosok yang berada di Kecamatan Siberut Tengah Kabupaten Mentawai.  Jumlah penduduk di dusun ini sekitar 40-an KK dengan jumlah jiwa sekitar 200. Sementara mata pencaharian para penduduk adalah dengan bercocok tanam dan berternak (sangat bergantung dari hutan). Sarana dan prasarana di dusun ini belumlah memadai, sarana  pendidikan dan faslitas umum yang lainnya belum ada. Makanan pokok masyarakat Tinambu adalah sagu dan buah-buahan hutan. Anak-anak Dusun Tinambu harus menempuh perjalanan 4 jam ke Desa Saliguna untuk sekolah disana.

Perjalanan dari Mailepet Kecamatan Siberut Selatan menuju Tinambu membutuhkan waktu 6 jam perjalanan, meliputi 1 jam perjalanan air menggunakan pompong (perahu kecil) dan 5 jam berjalan kaki dengan melewati hutan belantara  dan 3 gunung. Perjalanan melalui darat ini tidak bisa dilalui dengan kendaran, hanya dengan berjalan kaki dusun Tinambu bisa dikunjungi. Perjalanan team yang terdiri dari para dai, dokter, perawat dan relawan menuju lokasi sangatlah berat. Karena selain membawa bahan makanan, team juga membawa obat-obatan dan sapi untuk qurban.

Sesampainya dilokasi rombongan  habis maghrib sudah ditunggu oleh warga  yang sudah berkumpul sejak siang. Secara serempak dan bersamaan warga masyarakat Dusun Tinambu menyatakan dirinya memeluk agama Islam. Pengucapaan dua kalimat syahadat dibimbing oleh Utsdaz Irwan, beliau adalah direktur dari Islamic Center Syekh Shaleh ar-Rajhi yang terletak di Mailepet Kecamatan Siberut Selatan. Ikrar syahadat ini diucapkan tepat sehari sebelum hari raya idhul adha 1435 H. Kemudian pada malam harinya  diadakan penyuluhan dan pengobatan oleh team medis IMS. Selain itu Pos Dai Hidayatullah memberikan bingkisan kepada para warga yang baru masuk islam berupa peralatan sholat yang terdiri dari mukena, sarung dan baju koko serta Mushaf al quran.  Pagi harinya kegiatan berlanjut dengan sholat secara berjamaah. Setelah mendapatkan tausyiah dari ustadz Abdul Muin, seorang dai utusan dari Pos Dai Hidayatullah, seluruh warga yang telah memeluk Islam melaksanakan sholat idhul adha. Bagi warga Tinambu sholat subuh dan sholat idhul adha ini adalah pertama kalinya mereka lakukan.

Warga Dusun Tinambu sebelum yang masuk Islam sebagian besar mereka adalah ateis, setelah masuk Islam merasa sangat bersyukur. Secara hampir bersamaan mereka mendapatkan  penyuluhan & pengobatan secara gratis, mendapatkan peralatan sholat dan memperoleh daging qurban.

Kegiatan yang digagas secara bersamaan oleh IMS (Islamic Medical Service), POS DAI Hidayatullah dan Yayasan Sosial & Dakwah mentawai ini diakhiri dengan bembagian daging qurban untuk seluruh warga Tinambu

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment