Disable Preloader

Indonesia kembali berduka, sekali lagi salah satu gunung di Jawa Tengah mengeluarkan lava pijar  dan  melontarkan abu vulkaniknya. Suara gemuruh serta dentuman yang bersumber dari gunung Slamet terdengar sangat jelas pada jarak 5 km dari gunung. Sebagian warga yang berada di lereng gunug slamet mengungsi ke tempat yang lebih aman. Aktivitas Gunung Slamet yang berada di perbatasan Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes, Jawa Tengah, masih fluktuatif. Meski demikian, lava pijar dan semburan abu vulkanik masih terus terjadi.

IMS lewat program Aksi Peduli Bencana Nusantara (APBN) mengirimkan team medisnya untuk memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat disekitar lereng Gunung Slamet. Lengkap dengan perlengkapan medis dan ambulance team medis IMS melakukan aksinya di desa Pandansari  Brebes.

Desa Pandansari Kec Paguyangan Kab. Brebes adalah desa yang terletak disebelah paling selatan dan mempunyai jarak ± 9 kilo dari gunung slamet yang masih dalam status siaga. Dengan suhu udara pegunungan yang sangat dingin aktifitas masyarakat tampak sepi dikarenakan mayoritas mata pencaharian warga adalah petani, terdengar suara-suara teriakan siswa siswi yang masih melakukan kegiatan belajar di sekolah masing-masing. Erupsi debu gunung slamet juga mengenai desa ini dan terdengar jelas dentuman aktifitasnya.

 

Tepat pukul 10.00 team medis IMS tiba di desa ini dengan langsung berkoordinasi dan menjelaskan maksud tujuan yang disambut oleh wakil kepala dusun bapak kusno. “ Dengan senang hati dan lapang dada masyarakat pasti akan menyambut gembira dengan kegiatan ini “, Timpal nya. Pengobatan yang dipusatkan di Masjid desa ini terdengar pengeras suara bahwa ada acara pengobatan gratis dari IMS.

Salah satu desa terdekat dari gunung slamet, masyarakat masih sulit mengakses air bersih dikarenakan kondisi mata air gunung yang sangat jauh dari sumbernya. Jika fasilitas ini kami kerjakan dan mengajak gotong royong masyarakat akan membebani biaya sangat besar untuk membeli peralatan air ke setiap KK yang ada di desa ini.

Dengan antrian dan tertibnya masyarakat yang memeriksakan kesehatan yang di layani langsung oleh dr. Syaifuddin, mereka mengkonsultasikan langsung keluhan-keluhan yang dialaminya selama ini dan langsung mendapatkan obat yang dilayani oleh Ns Sugihartono.

“ Terimakasih sekali ini pak dok acara pengobatan ini, karena kalo kami berobat pasti biayanya sangat mahal karena biaya transportasi kami dari rumah ke brebes sangat jauh. “ Ujar ibu Raseh. Di desa ini balai pengobatan yang sangat jauh dan team kesehatan pemprov setempat tidak rutin melakukan layanan emergency kesehatan.

Waktu menunjukkan pukul 15.05, dengan jumlah 156 pasien. Dr. Syaifuddin selaku kepala emergency IMS menjelaskan jumlah penyakit yang paling banyak di derita oleh warga disini yaitu dermatitis, ispa, myalgia, hypertensy dll.

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment