Disable Preloader

Pada kesempatan kali ini, khitanan IMS adakan di Kp. Long Melaham Mahakam Ulu. Sebuah Kabupaten pemekaran dari Kabupaten Kutai Barat.

Menurut statistik MUIMahakam Ulu, Islam di daerah ini berjumlah 8%. Maka dari itu para peserta khitanan massal yang dilaksanakan di Mahakam Ulu ini dari berbagai agama yang ada, diantaranya Islam, Khatolik, Protestan dan lain-lain.

Perjalanan tim medis dari Balikpapan menuju Kutai Barat memakan waktu 10 jam melalui darat, kemudian dilanjutkan dengan Spedboat untuk sampai ke Mahakan Ulu. Selama kurang lebih 4 jam menyisir sungai Mahakam dengan arus yang begitu deras para medis tiba di lokasi Long Mahakam. Pukul 03.15 WITA Tim medis IMS gabungan dari Jakarta, Balikpapan dan Samarinda tiba di lokasi acara.

Setelah istirahat sejenak, dikarenakan peserta sudah menunggu akhirnya pada Sabtu sore 19 November 2016 khitanan dimulai. Kemudian agar efektif dan efsian, Waktu pelaksanaan khitan dilakukan pada sore  dan malam hari. Acara dilanjutkan pada  siang hari tanggal 20 November karena sebagian peserta baru datang.

Dari rangakain khitanan muallaf pedalaman dibuka dengan berbagai sambutan-sambutan dari pemprov mahakam ulu diantaranya perwakilan dari bupati mahakam ulu yaitu dr. Lowren, beliau memberikan apresiasi kegiatan sosial khitanan massal ini tanpa dibatasi dengan agama dan tidak dibebani biaya alias gratis.

Hadir ditengah-tengah acara pengurus Hidayatullah Mahakam ulu beserta jajarannya, mengingankan kembali acara ini digagas bersama dikarenakan masih ada desa-desa yang belum dijamah untuk kegaiatan sosial ini "urai Taufik" panitia dan ketua DPD Hidayatullah Mahakam Ulu.

Vicentius (24) yang masih beragama khatolik berterima kasih atas kegiatan ini dan tidak memilih kasih antara non muslim dan muslim

Dan keberkahan bagi kita semua baik yang terlibat langsung di proses khitanan massal maupun yang terlibat dalam hal pendanaan menjadi asbab seorang remaja umur 17 tahun agama kristen katolik yg menjadi salah seorang peserta khitanan massal berhijrah keyakinan sebagai seorang muslim tanpa di paksa. Alhamdulillah selepas sholat subuh hari ahad 20 November 2016 pukul 06.30 telah bersyahadat didepan jamaah dan di depan kami rombongan medis seorang remaja bernama Tek yang kemudian secara resmi di beri nama islam yaitu Kholis Mukhlis Tek

Adapun peserta khitanan massal kali ini adalah 70 orang disesuaikan dengan ketersediaan paket yg telah di berikan para sponsor.  Sebenarnya banyak sekali yang mendaftar, tercatat 200 peserta yang mendaftar namun karena segala keterbatasan yang ada akhirnya baru 70 peserta yang dikhitan. Tidak menutup kemungkinan dengan persiapan yang lebih baik lagi, khitanan untuk masyarakat pedalaman Mahakam Ulu yang merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia ini bisa dilakukan lagi. Sehingga para peserta lain yang belum sempat dikhitan dapat segera dikhitan.

Selain dikhitan, para peserta juga mendapatkan berbagai macam bingkisan berupa : baju kok, sarung, peci, tas beserta perlengkapan sekolah, Al Qur’an dan uang santunan.

Kegiatan ini berjalan dengan baik lancar dan sukses berkat kerjasama antara IMS & Hidayatullah Mahakam Ulu. Dan didukung oleh berbagai pihak diantaranya : Mandiri Amal Insani (MAI), laznas BSM, ZIS Indosat, DKM Masjid Baitul Ihsan, LAZ ANNUR PT. Indonesia Power, BNI Syariah, Laznas BMH dan JT klinik, yayasan wakaf al quran suara hidatullah. Serta para donatur & simpatisan yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu.

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment