Disable Preloader

Masyarakat Garut yang terdampak banjir bandang pada September 2016 silam sudah menjalani hari-hari dengan normal. Namun, sebagian masyarakat masih terngiang dengan bencana yang telah merenggut banyak korban jiwa dan merusak rumah, jalan, dan fasilitas umum lainnya. Alhamdulillah, tepat setahun dari kejadian banjir bandang tersebut IMS berkesempatan mengunjungi salah satu wilayah yang terkena dampak banjir tersebut.

Di kampung Mekar Sari Desa Haur Panggung Kecamatan Teronggong Kidul Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, persisnya pada warga RT 01, RT 02, RT 03 dan RT 04 di RW 20. IMS memberikan layanan kesehatan terhadap masyarakat yang telah koordinasi dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat beberapa hari sebelum tiba ke lokasi.

Dikarenakan jalanan dari Jakarta menuju lokasi baksos macet, kegiatan yang semula direncanakan setelah ba'da zuhur harus sedikit digeser. Tepat pukul 14.00 wib bertempat di teras dan halaman masjid Al-Aziz RT 01 RW. 20, posko kesehatan dibuka oleh panitia. Masyarakat yang telah menunggu dari pagi menyambut dengan antusias, satu persatu mereka mengantri untuk melakukan pendaftaran.

Warga sangat senang dengan adanya pengobatan secara cuma-Cuma ini. Salah satu warga Bapak Erwin (45 th) selaku pasien atau peserta menuturkan "alhamdulillah setelah saya mendengar pengumuman dari masjid saya langsung bergegas menuju masjid untuk memeriksakan penyakit saya, istri dan anak saya yang kemarin sempat terkena benda tumpul yang menghanyut di bawa banjir dan mengenai saya dan anak saya. Alhamdulillah tadi sudah di kasih obat oleh dokter dan saya sangat berterima kasih sekali kepada pihak penyelenggara yang telah memberikan pengobatan gratis seperti ini, karena disini memang masyarakat memiliki perekonomian menengah kebawah. Jadi dengan adanya acara pengobatan gratis ini saya pribadi sangat berterima kasih. Dan semoga musibah banjir ini tidak terulang lagi".

Senada dengan Bapak Erwin, ibu Neni Rahmawati ( 43 th) ‚ÄĚkami sangat terbantu sekali dengan adanya pengobatan gratis ini. Karena disini kita bisa berobat secara gratis dan berkonsultasi ke dokter juga, karena kalo ke puskesmas juga saya harus mengeluarkan uang dan itu sedikit memberatkan saya soalnya saya harus menghemat uang buat anak-anak sekolah. Acara yang sangat baik dan membantu sekali menurut saya dan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah perduli untuk memberikan bantuan kepada warga kampung Mekar Sari ini."

Menurut dokter Syaifuddin Hamid (60 th) selaku kepala Emergency IMS sekaligus pimpinan rombongan menyampaikan bahwa dipilihnya Kampung Mekar Sari ini dikarenakan selain warga disini merupakan korban banjir, mereka juga belum mendapatkan layanan kesehatan pasca bencana kemaren.

Akhirnya kegiatan di tutup pada pukul 17.00 wib dengan jumlah pasien sebanyak 150 jiwa. Adapun keluhannya beragam, diantaranya magh, hipertensi, asam urat, demam, flu, gatal-gatal dan reumatik.

Selanjutnya melanjutkan perjalanan masih di kabupaten Garut, yaitu menuju desa Cintanegara untuk melakukan pengobatan umum dan khitan massal di daerah tersebut.

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment