Disable Preloader

Kesadaran dan pemahaman menganai khitan bagi muallaf di pedalaman Mentawai rupanya sudah tak menjadi hal yang menakutkan lagi. Geliat dakwah para mubaligh setempat telah menuai hasil.

Hal itu terlihat ketika Islamic Medical Service (IMS) bersama Badan Amil Zakat (Baznas) menggelar khitanan masal bagi para muallaf di klinik Islamic Center Syaikh Shaleh Abdul Aziz Al-Rajhi, Pulau Siberut, Mentawai pada Kamis, (04/01/2018). 65 Peserta yang hadir tak hanya dari sekitar Islamic Center saja, banyak diantara mereka yang datang dari pedalaman Siberut.

Tak hanya lewat jalur darat, di antara mereka ada yang membawa rombongan peserta yang harus melewati jalur laut dan sungai yang memakan waktu berjam-jam karena jalur darat yang tak memungkinkan.

Seperti cerita Abdullah yang membawa 19 rombongan peserta memyeberangi Sungai dengan sebuah perahu pompong dari desa Matotonan menuju Islamic Center selama 7 jam perjalanan.

"Perjuangan kami menyeberangi sungai lamanya sudah seperti terbang ke Mekah," ujarnya pria yang ingin sekali berhaji ini.

Begitupun juga dengan Dullah, Ia membawa 26 peserta khitanan menyeberangi laut selama satu setengah jam dengan sebuah kapal boat.

Peserta yang ikut juga tak hanya anak kecil saja, beberapa orang dewasa pun turut menjadi peserta khitan, bahakn yang tertua 35 tahun.

Peserta tertua itu bernama Petrus. Menariknya, ia berkhitan bersama kedua orang anaknya. Ia bersama keluarganya baru memeluk Islam 3 bulan lalu.

Sebelum tim IMS tiba, mereka sudah standby di Islamic Center dari beberapa hari sebelumnya.

Program khitanan muallaf ini sudah menjadi program unggulan IMS yang rutin dilakukan hampir setiap tahunnya di berbagai pedalaman Indonesia.*/Sirajuddin Muslim

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment