Disable Preloader

Setelah pada tanggal 7 Desember 2016, tepatnya pada malam harinya setelah gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter IMS menerjunkan tim untuk menyalurkan bantuan. Untuk kedua kalinya tim medis IMS kembali ke Pidie, selama 3 hari dokter Syaifudin Hamid keliling ke beberapa lokasi posko pengungsian untuk memberikan layanan kesehatan terhadap warga yang menjadi korban

Siang dan malam dokter Syaifudin ditemani beberapa relawan menyambangi satu-persatu posko-posko pengungsian yang tersebar di beberapa lokasi yang berbeda.  Berbagai macam keluhan disampaikan oleh warga yang mendapat kunjungan dokter Syaifudin. Adapun Kasus terbayak yang beliau temuai adalah sebagai berikut : polimyalgia, post luka robek,hipertensi, gastritis,dermatitis,osteo artritis,neurosa ansietas,ispa,gangguan mata,otitis ekterna,psikosomatik,vatique dan gangguan jiwa.

Tidak hanya di kota, namun dr. Syaifudin masuk ke desa-desa yang merupakan korban gempa. Menurut beliau, warga di desa yang jauh dari pusat keramaian belum banyak mendapatkan bantuan logistik dan sembako.

Sebagian besar pengungsi berpusat di Pasar Induk Meureudu. Peristiwa ini menimbulkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Kebutuhan darah pun meningkat tajam karena banyak korban mengalami patah tulang dan butuh operasi segera.

Sementara itu, selaian kebutuhan logistik dan layanan kesehatan yang paling mendesak warga adalah adanya pasokan air dan listrik, terutama bagi mereka yang tinggal di pengungsian.

Dokter Syaifudin Hamid selaku medis IMS berada dilokasi bencana dari tanggal 11 desember sampai dengan tanggal 13 desember 2016. Menurut beliau pendampingan terhadap para warga sangat dibutuhkan, selain kebutuhan pokok dan layanan kesehatan yang harus diperhatkan. Warga perlu ada semacam trauma healling, karena banyak sekali warga yang terguncang akbita musibah ini.

Gempa bumi yang menghantam Pidie Jaya dengan guncangan 6,5 pada skala Richter yang berpusat pada 5.19 LU-96.36 BT, 18 kilometer timur laut Kabupaten Pidie Jaya atau 121 kilometer Tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 10 kilometer. Membuat 11.000-an rumah rusak, 2.000-an rusak berat, 1.500-an rusak sedang, dan 8.000-an rusak ringan, termasuk puluhan masjid yang juga mengalami kerusakan berat. Adapaun warga yang meninggal dunia sekitar 76 orang meninggal dunia dan 8 orang lagi belum diketemukan.

Share:

Tags:

Comments
Leave a Comment